wisata murah di jogja

Minggu, 20 Januari 2019

Candi ijo: spot bagus buat yang baru putus cinta


Saya yakin kalau Travellers wisata ke Jogja pasti sudah sangat mengenal candi borobudur atau prambanan, yang aslinya letaknya juga bukan di Jogja. Padahal di Jogja sendiri banyak sekali candi-candi kecil yang bagus dan layak dikunjungi. Salah satunya adalah candi Ijo.
Candi Ijo yang terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Memberikan sesuatu yang lain daripada candi yang lain. Candi kecil dengan penataan yang rapi dan bersih dan ditambah dengan pemandangan kota dari ketinggian membuat candi ini mempunyai sensasi sendiri.
Terletak di ketinggian 375 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta.

Penamaan Candi Ijo karena candi yang dibangun sekitar abad ke-9 itu dibangun di sebuah bukit yang dikenal Bukit Hijau atau Gumuk Ijo. Penyebutan nama desa Ijo pertama kalinya disebut di dalam Prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi. Dalam prasati tersebut ditulis tentang seorang hadirin upacara yang berasal dari desa Wuang Hijau.
Diluar sejarahnya yang menarik, Candi yang berada di ketinggian tersebut memberikan keindahan panorama perbukitan. Banyak pasangan muda atau keluarga yang menyempatkan waktu luang ke candi ijo untuk melihat pemandangan dan melihat sunset di sore hari.
Tidak hanya pasangan muda dan keluarga, kaum jomblo atau yang habis putus cinta juga bisa merenung dan melihat bagaimana kisah cinta itu seperti matahari terbit dan terbenam. Sinarnya cinta kadang bisa tenggelam bersamaan dengan cahaya sore dan hanya bisa dikenang setelahnya.


Foto: google.com

Minggu, 02 Desember 2018

Jadah tempe: sederhana tapi langgeng


Kalau kamu main ke jogja dan doyan kuliner, ini ada salah satu makanan khas dari Sleman. Salah satu kabupaten yang
ada di Yogyakarta. Persisnya ada di kawasan kaliurang dan makanan ini tidak akan anda temui di sembarang tempat di kota Yogyakarta karena makanan ini khas Kaliurang dan sangat terkenal hanya ada di sekitar tempat wisata yang berada di lereng Gunung Merapi ini. Jadi selain wisata lava tour merapi pakai jeep. Travellers bisa juga ngemil sehat ala jadah tempe.

Nama Jadah Tempe sesungguhnya merupakan gabungan dari dua jenis makanan yaitu jadah yang merupakan olahan dari ketan dan tempe ataupun tahu. Baik tempe atau tahunya biasanya diolah dengan cara dibacem. Makanan bahan olahan dari ketan ini dengan campuran kelapa rasanya gurih. Sedangkan pasangannya tempe atau tahu yang diolah dengan cara dibacem dengan rasa legi (manis). Akan lebih nikmat jika di temani dengan cabe rawit. Biasanya disajikan dengan bungkus daun pisang. Jadi rasa makanan ini kombinasi gurih dengan manis plus rasa pedas cabe rawit. Makanan yang satu ini memang sangat cocok dinikmati pada hawa dingin seperti yang bisa anda temui di daerah Kaliurang, Sleman. 


Jadah tempe ini awalnya sama sekali makanan biasa saja bagi orang desa bukan makanan yang terkenal. Pada tahun 1950-an Jadah tempe ini diperkenalkan pertama kali oleh Sastro Dinomo atau yang sering disapa mbah Carik sekitar di desa Kaliurang. Makanan tersebut menjadi terkenal ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX mencoba mencicipi jadah tempe. Ternyata Beliau sangat menyukainya apalagi beliau sering mengutus pengawalnya untuk membeli jadah tempe ke Kaliurang. Sejak saat itulah makanan Jadah tempe menjadi terkenal dan menjadi makanan khas Yogyakarta khususnya di Kaliurang hingga saat ini. Sejarahnya simple tapi bisa bertahan sampai sekarang. Memang kadang ga perlu rumit untuk tetap menjaga apa yang ingin dijaga..hahaha

Pengen coba jadah tempe? Main2 ke jogja rasakan atmosfernya, nikmati oengalamannya dan jangan lupa ajak saya. :)