wisata murah di jogja

Selasa, 13 November 2018

Arti tiwul Gunungkidul handayani

Yogyakarta adalah salah satu kota yang memberikan banyak pesona baik dari sejarah, budaya, hingga makanannya. Kali ini saya akan membawa anda menuju jogja lantai 2 untuk mengetahui makanan apa yang ada disana. 

Nasi Tiwul. Yak,  nasi tiwul adalah salah satu makanan khas-nya Wonogiri dan Wonosari. Terbuat dari tepung gaplek, yaitu singkong yang dikeringkan terus ditumbuk. Rasanya manis khas singkong, warnanya kecoklatan. Buat yang tidak biasa, perut mungkin akan terasa panas, makanya biasa dicampur dengan nasi putih. Sebagai pelengkap nasi tiwul, urap dan ikan asin.

Cara memasak nasi tiwul sedikit lebih rumit daripada nasi putih biasa, namun tidak terlalu rumit untuk dicoba oleh pemula. Nasi tiwul ini kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras putih biasa, dan juga dipercaya bisa mengobati penyakit pencernaan seperti maag. Tiwul bisa dimasak manis atau dimasak gurih. Di beberapa suku di Indonesia, nasi tiwul dinikmati dengan masakan pelengkap seperti sayur dari daun singkong dan ikan tongkol. Selain itu, beberapa orang tua masih memilih nasi tiwul dibandingkan dengan nasi putih, lantaran rasanya yang berbeda. Sebagai jajanan pasar ataupun sebagai pengganti nasi, nasi tiwul patut dicoba.

Mau coba sensasi makan nasi tiwul khas Gunungkidul. Ayok ajak kami sebagai pendamping perjalanan travellers. 

Kamis, 08 November 2018

Ayam ingkung jogja yang enak dan penuh cerita



Halo travellers..  Kalau main ke jogja pasti nggak lepas dari kuliner asik yang tersebar di 1 kotamadya dan 4 kabupaten di D.I.Yogyakarta. salah satu wisata kuliner yang cocok di coba adalah ayam ingkung. 

Ayam ingkung merupakan kuliner tradisional khas yang berbahan dasar ayam yang dimasak secara utuh dengan bumbu-bumbu tertentu. Ayam ingkung umumnya hanya disajikan pada kegiatan-kegiatan tertentu seperti upacara keagamaan, peringatan hari besar, wujud rasa syukur (selametan), dan upacara peringatan kematian. Bahan-bahan dasar pembuatan ayam ingkung juga tidak luput dari filosofi dan simbolisasi sehingga buat jelasinnya aja saya ga bisa.  Hahaha

Sejarah ayam ingkung tidak pernah diketahui awal mula ayam ingkung digunakan. Namun, jika dirunut dari zaman nenek dan buyut, ayam merupakan binatang yang paling dekat untuk dipelihara dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh manusia. Masyarakat Jawa di pedesaan   memiliki pranjen (kandang ayam) yang letaknya tidak terpisahkan dengan pekarangan rumah. Ayam memiliki posisi penting dalam kegiatan ritual masyarakat jawa.
Dalam salah satu kajian yang diterbitkan oleh jurnal Nutrition and Food Science disebutkan bahwa ayam ingkung berasal dari kata “manengkung" yang berarti berdoa kepada Tuhan dengan kesungguhan hati. Dalam jurnal tersebut juga disebutkan bahwa ayam ingkung merupakan salah satu komponen pokok dalam tumpeng sehingga sejarahnya pun memang tidak terlepas dari sejerah perkembangan tumpeng.

Ayam ingkung juga merupakan simbol dari kenikmatan yakni berupa kenikmatan dapat hidup didunia sehingga sudah sewajarnya manusia harus bersyukur kepada Tuhan yang diwujudkan dengan memasak ayam menjadi hidangan yang sangat lezat. Hanya makanan lezat yang dipersembahkan kepada Tuhan. Ayam ingkung juga disimbolkan sebagai rasa syukur dan kebahagiaan, ekspresi dari anugerah kebajikan yang sudah diterima sehingga manusia dapat hidup dengan baik. Hal itu dicerminkan dengan rasa gurih, nikmat, hangat, dan legit yang terdapat pada ayam ingkung.

Perwujudan ingkung yang dibentuk meringkuk mengambarkan seseorang sedang bersujud maksud bersujud disitu adalah berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, membersihkan diri dari segala dosa dengan cara memohon ampunan kepada Tuhan. Diaharapkan agar manusia tersebut berserah diri dan pasrah kepada Tuhan dan berdoa memohon petunjuknya. 
Mau tau dimana bisa makan ingkung yang enak dan melegenda?



Dikutip dari: rifaarroyan.blogspot.com (dengan perubahan)