Untuk orang yang tinggal atau sering datang ke Jogja pasti sudah tidak asing lagi dengan jembatan ini. Jembatan yang membelah sungai Code ini letaknya tidak jauh dari Malioboro. Jadi kalau traveller mau ke malioboro dari arah jalan mangkubumi atau jalan margo utomo pasti mau nggak mau harus lewatin tu jembatan.
Orang Jogja menyebutnya jembatan Kewek, tapi aslinya jembatan Kleringan. Kok bisa kewek ya.. apa jaman dulu itu tempat buat nongkrong akamsi (anak kampung sini) buat "mbajuli" cewek-cewek yang lewat pakai sepeda onta yang mau ke malioboro apa pasar beringharjo gitu?
Daripada berasumsi dan membuat opini yang menyesatkan. Kita buka Google yakan. browsing di internet buat kepoin tentang jembatan kewek. Dan sebenar-bebenarnya nama asli jembatan ini adalah Kerkweg. Kata itu berasal dari bahasa Belanda. Kerk artinya gereja dan weg itu artinya jalan. Jadi artinya semacam jalan yang menuju ke gereja. Jembatan ini memang menghubungkan stasiun tugu ke arah gereja St.Antonius di Kota Baru. Karena orang jawa susah melafalkan kerkweg, mereka nyari gampangnya aja dengan menyebutnya kewek. Sampai sekarang nama kewek itu tetap dipakai.
Lain sejarah lain cerita mitos atau misteri. Di kewek juga ada cerita yang sampai sekarang masih jadi cerita warga sekitar. Kuyuhan Bahasa jawanya. Yang artinya kena pipis nggak Tau sengaja atau nggak di sengaja. Jadi misal ada orang yang lewat malam-malam di jembatan Dan merasakan ada air yang tiba-tiba jayuh ke badan yang lewat padahal nggak ada hujan nggak ada salju. Itu berarti yang lewat baru kena pipis atau uyuh dari jembatan kewek. Terus siapa yang nguyuhi?
Nah itu traveller harus main-main ke Jogja. Cari ceritanya Dan jangan lupa ajak kami ya.😀
Tidak ada komentar:
Posting Komentar